{"id":12070,"date":"2026-05-06T19:15:35","date_gmt":"2026-05-06T12:15:35","guid":{"rendered":"https:\/\/narasibabel.id\/?p=12070"},"modified":"2026-05-06T19:15:41","modified_gmt":"2026-05-06T12:15:41","slug":"bangun-ekosistem-informasi-sehat-polda-babel-gandeng-jurnalis-dan-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/2026\/05\/06\/bangun-ekosistem-informasi-sehat-polda-babel-gandeng-jurnalis-dan-mahasiswa\/daerah\/","title":{"rendered":"Bangun Ekosistem Informasi Sehat, Polda Babel Gandeng Jurnalis dan Mahasiswa"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>PANGKALPINANG, NARASIBABEL.ID<\/strong> \u2013 Arus informasi yang kian deras di era digital tak hanya membawa kemudahan, tetapi juga risiko besar berupa disinformasi dan kabar yang belum terverifikasi. Menyadari hal itu, Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) mengambil langkah strategis dengan menggelar Seminar dan Dialog Publik bertema <em>\u201cProfesionalisme Jurnalis dalam Menyampaikan Informasi Publik yang Akurat, Berimbang, dan Sesuai Ketentuan Hukum\u201d<\/em> di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Rabu (06\/05\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini bukan sekadar forum seremonial. Lebih dari itu, seminar menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi antara insan pers, aparat penegak hukum, akademisi, dan pegiat komunikasi publik dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p>Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Dr. Viktor Theodorus Sihombing, menegaskan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, pers tetap memegang peran krusial sebagai penjaga kebenaran. Ia mengingatkan, kecepatan dalam menyajikan informasi tidak boleh mengorbankan akurasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi era digital ini, siapa pun bisa menjadi penyebar informasi. Namun tidak semua informasi itu benar. Di sinilah peran jurnalis profesional menjadi sangat penting sebagai filter kebenaran,\u201d tegas Viktor.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, hubungan antara pers dan pemerintah bukan sekadar kebutuhan timbal balik, melainkan kemitraan strategis yang harus berorientasi pada kepentingan publik. Pers membutuhkan akses informasi, sementara pemerintah membutuhkan media sebagai saluran transparansi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni bukan hanya soal simbiosis mutualisme, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga kualitas informasi agar masyarakat tidak tersesat oleh narasi yang menyesatkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, Kapolda menekankan bahwa kritik dari media merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Fungsi kontrol sosial yang dijalankan pers justru menjadi mekanisme koreksi yang sehat bagi institusi negara, termasuk Polri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPers yang kuat adalah pers yang berani menyuarakan kebenaran. Namun keberanian itu harus dibarengi tanggung jawab dan etika,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso, menyoroti pentingnya pemahaman hukum dalam praktik jurnalistik. Ia menilai, profesionalisme jurnalis tidak hanya diukur dari kemampuan menulis, tetapi juga dari kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami ingin membangun ekosistem informasi publik yang sehat. Jurnalis harus memahami batasan hukum agar karya jurnalistiknya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,\u201d kata Agus.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga menekankan pentingnya prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Informasi yang disampaikan harus mampu menghadirkan berbagai sudut pandang secara objektif, sehingga publik memperoleh gambaran yang utuh dan tidak bias.<\/p>\n\n\n\n<p>Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pakar komunikasi, praktisi pers, hingga pemangku kepentingan lainnya. Beragam materi dibahas secara komprehensif, mulai dari etika jurnalistik, teknik verifikasi informasi, hingga regulasi hukum yang mengatur kerja pers.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, dialog publik yang menjadi bagian dari kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa sebagai representasi generasi muda. Diskusi berlangsung dinamis, menyoroti fenomena disrupsi informasi yang kini semakin masif, termasuk maraknya penyebaran hoaks yang berpotensi memicu keresahan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam forum tersebut, muncul kesadaran bersama bahwa jurnalis profesional memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kualitas informasi publik. Di tengah banjir konten digital, keberadaan media yang kredibel menjadi benteng utama dalam menjaga stabilitas sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan antara Polda Babel dan insan pers. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan alur komunikasi yang lebih terbuka, transparan, dan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan komunikasi yang terjalin baik, informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki nilai akurasi dan keberimbangan yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Polda Babel menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan media sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi publik. Ke depan, kolaborasi antara kepolisian dan pers diharapkan semakin solid dalam menghadirkan informasi yang edukatif, objektif, dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, penguatan profesionalisme jurnalis bukan hanya menjadi kebutuhan internal dunia pers, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Ketika informasi yang beredar dapat dipercaya, maka kepercayaan publik pun akan tumbuh\u2014dan dari situlah stabilitas serta pembangunan daerah dapat berjalan beriringan secara berkelanjutan. (KBO Babel)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PANGKALPINANG, NARASIBABEL.ID \u2013 Arus informasi yang kian deras di era digital tak hanya membawa kemudahan,&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12071,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4,2580],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-12070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","category-pangkalpinang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12070"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12072,"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12070\/revisions\/12072"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12070"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibabel.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}