Dr Hakim Sosok Dibalik Kemajuan Infrastruktur Kesehatan Masyarakat Pangkalpinang

Pangkalpinang, Narasibabel.id — Seorang kepala daerah mempunyai tanggung jawab khusus untuk berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjadi sesehat mungkin. Karena tidak ada yang lebih penting bagi suatu pemerintahan selain menjamin kesehatan masyarakatnya.

Read More

Melalui sistem pembangunan infrastuktur kesehatan masyarakat yang massif dengan fasilitas yang lebih representatif, nyaman dan memadai. merupakan salah satu langkah terbaik pemerintah agar dapat menjamin kesehatan masyarakat di suatu daerah.

Seperti halnya di Kota Pangkalpinang, dibawah kepemimpinan mantan walikota Maulan Aklil. hanya dalam waktu 5 tahun, 1 periode masa jabatannya, masyarakat cukup merasakan kepuasan dari sisi pelayanan kesehatan yang jauh lebih nyaman dan memadai dirasakan hingga saat ini.

Dengan begitu, tak berlebihan rasanya jika sang mantan walikota yang akrab disapa Bang Molen telah menyematkan kota Pangkalpinang dengan sebutan Kota Beribu Senyuman, sinonim dari kata Sejahtera, Makmur dan Nyaman.

Tokoh Birokrat di Balik Kemajuan Infrastruktur Kesehatan masyarakat di Kota Pangkalpinang?

Satu tahun lebih Menjabat, paska dilantik jadi walikota pangkalpinang pada November 2018, Bang Molen secara khusus minta Dr dr.Masagus M.Hakim,.M.kes untuk menduduki posisi jabatan kepala dinas kesehatan (Kadinkes) kota Pangkalpinang, dengan harapan dapat meningkatkan infrastruktur kesehatan masyarakat kota pangkalpinang.

Permintaan tersebut direspon baik oleh Masagus Hakim. Resmi dilantik jadi Kadinkes Kota Pangkalpinang pada 3 maret 2020, nama Masagus Hakim sendiri sangat asing terdengar terutama di lingkungan pemerintah kota pangkalpinang.

Baca Lainnya  Bang Molen dan Yuk Monic Meriahkan Festival Lomba Dayung Hut kota Pangkalpinang Ke 266 di Kampung Opas

Pasalnya, Masagus Hakim yang diketahui seorang berdarah keturunan bangsawan berdasarkan dari gelar yang disematkan pada namanya yakni MASAGUS atau MGS, dikutip dari Wikipedia. gelar mgs yang di sematkan ke masyarakat Palembang, bertanda memiliki garis keturunan dari Sultan Mahmud Badaruddin II yang pada masanya merupakan seorang Sultan (Raja) dari Kerajaan Melayu bernama Kesultanan Palembang Darussalam. Berkuasa hingga di dataran prov. Jambi, Bengkulu dan Kep. Bangka.

Selain seorang berdarah keturunan Bangsawan, dari sisi Pendidikan dan Karir, Masagus Hakim dinilai mentereng, untuk pendidikan Masagus Hakim lulusan DR (S3) di Unsri, (S2) Magister Ilmu kesehatan masyarakat dan Sarjana S1 dokter.
Tak kalah dari pendidikan nya, karir sebagai seorang ASN diketahui Masagus Hakim pernah menduduki jabatan jabatan strategis dan kepala dinas di beberapa OPD di Pemda OKI Sumsel.

Masifnya pembangunan fasilitas kesehatan masyarakat di kota Pangkalpinang.

Sejak menjabat kepala dinas kesehatan kota Pangkalpinang, Masagus Hakim memiliki tekad yang kuat untuk mendedikasikan dirinya untuk kesehatan masyarakat kota pangkalpinang, bermodalkan ilmu kedokteran yang ia miliki. Masagus Hakim telah meningkatkan Infrastruktur kesehatan masyarakat di kota Pangkalpinang.

Dimulai dari pusat pelayanan kesehatan masyarakat, tingkat kota Masagus Hakim telah memperbaiki fasilitas pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah, Depati Hamzah (RSUD DH) kota Pangkalpinang. hingga mendapatkan predikat tertinggi yakni akreditasi paripurna.

Selain memiliki gedung yang baru yang layak bagi pasien yang ingin rawat inap, RSUD DH juga kini dilengkapi berbagai fasilitas pengobatan.
Diantaranya, 4 modalitas radiologi yang baru, mamografi untuk mendeteksi dini kanker payu darah, CT-Scan 64 Slice untuk mendeteksi kelainan organ dalam tubuh, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy atau ESWL adalah pilihan pengobatan yang biasanya disarankan bagi pasien dengan keluhan sakit batu ginjal. ESWL merupakan alternatif pembuangan batu ginjal tanpa tindakan pembedahan.

Baca Lainnya  Mandi Hujan, Molen Tinjau Beberapa Titik Lokasi Banjir

Apa motivasi bapak dalam mendedikasikan diri membenahi infrastruktur kesehatan masyarakat di Kota Pangkalpinang.?

” Infrastruktur kesehatan masyarakat menjadi landasan yang diperlukan untuk semua layanan kesehatan masyarakat, mulai dari vaksinasi, program pencegahan penyakit kronis, hingga upaya kesiapsiagaan darurat,” ungkap Masagus Hakim, rabu (22/05) saat ditemui wartawan narasibabel.id

Selain itu, menurut dr Hakim, infrastruktur penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan. Jadi infrastruktur  sangatlah penting baginya untuk meningkatkan kesejahteraan, kesehatan kualitas hidup masyarakat kota Pangkalpinang.

Selain memperbaiki fasilitas infrastruktur kesehatan di tingkat kota, diketahui juga sampai saat ini Masagus Hakim telah membangun infrastruktur kesehatan di tingkat kecamatan, yakni Pembangunan Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) akreditasi paripurna di beberapa kecamatan sekota Pangkalpinang.

Menurut Masagus Hakim, Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, dalam rangka mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat di setiap kecamatan.

Sampai dengan tahun 2024 saat ini, di tangan sang keturunan bangsawan dari tanah Melayu Kesultanan Palembang Darussalam, Masagus Hakim selaku Kepala Dinkes, kota Pangkalpinang telah memiliki enam bangunan gedung baru puskemas dengan predikat utama berdasarkan hasil penelitian kementrian kesehatan, dan diikuti juga dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

Sebagai seorang dari keturunan yang dinobatkan pahlawan nasional, darah seorang pemimpin yang kenal bijaksana dan berwibawa, Sultan Mahmud Badaruddin II jelas telah mengalir ke keturunan anak cicitnya.
Masagus Hakim yang saat ini membawa kemajuan infrastruktur kesehatan di Kota Pangkalpinang, tentunya patut di apresiasi.

Baca Lainnya  Safriati Safrizal Kunjungi Tiga Rumah Produksi UMKM di Belitung

Dan perlu diketahui, pembangunan infrastruktur RSUD dan Puskesmas di tangan Masagus Hakim tidak membebani Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) melainkan mengunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementrian kesehatan Indonesia.

” Kelima Puskesmas yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan, yaitu Puskesmas Girimaya, Puskesmas Pasir Putih, Puskesmas Air Itam, Puskesmas Gerunggang, Puskesmas Kacang Pedang. Ditambah Puskesmas Selindung dan Pangkal Balam yang sedang dalam proses akan dibangun di tahun 2024 ini.

Ini adalah hasil kerja teman-teman Dinas Kesehatan dan Walikota Pangkalpinang. Serta dukungan pendampingan dari Kejari pangkalpinang serta pengawasan Polres Pangkalpinang,” jelas Masagus Hakim.

Selain itu, berkat hasil kolaborasi antara pimpinan “Walikota Molen” dan Bawahan “Masagus Hakim” tidak hanya di dalam kota yang pikirkan oleh keduanya. Fasilitas Rumah Singgah di dua kota besar Jakarta dan Palembang di sediakan khusus untuk masyarakat kota Pangkalpinang yang membutuhkan, bertujuan untuk tempat tinggal sementara bagi pasien yang dirujuk keluar daerah. Sehingga bisa mengurangi beban biaya bagi keluarga pasien.

Keberhasilan atau kegagalan suatu pemerintahan pada analisis akhir harus diukur dari kesejahteraan kesehatan warganya. Tidak ada yang lebih penting bagi suatu kepemimpinan di pemerintahan selain kesehatan masyarakatnya.

Oleh sebab itu, berkembangnya kemajuan Infrastruktur Kesehatan Masyarakat kota pangkalpinang di bawah kepemimpinan Bang Molen (Walikota) dan Masagus Hakim (Kadinkes)  dedikasi keduanya patut untuk di apresiasi.

Penulis: Ahmad Fajri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *