Saturday, August 20, 2022
HomeNarasi UtamaPresentasi Dihadapan Tim Evaluasi Ditjen SDA, KOPS Pangkalpinang Sampaikan Pencemaran Sungai Akibat...

Presentasi Dihadapan Tim Evaluasi Ditjen SDA, KOPS Pangkalpinang Sampaikan Pencemaran Sungai Akibat Maraknya TI Ilegal

Pangkalpinang, Narasibabel.id — Komunitas Peduli Sungai (KOPS) kota Pangkalpinang mengikuti Seleksi Penilaian Tahap I Penguatan Kelembagaan/Pemilihan Komunitas Peduli Sungai (KPS) Tingkat Nasional Tahun 2022, yang di gelar oleh Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan (Direktorat BOP), Rabu (13/7/2022) melalui Zoom Meting di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung.

Ada 10 Peserta KPS yang mengikuti penilaian tahap I (Presentasi) penguatan kelembagaan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional 2022. Masing-masing KPS mewakili BBWS/BWS di setiap Provinsi.

  1. KPS RUMPUT LIAR, BWS Sumatera I DI Aceh
  2. KPS TEMBUNG, BWS Sumatera II Sumatera Utara 1
  3. KPS PONDOK BELANTARA, BWS Sumatera III Riau1
  4. KPS PELUNGGUT (KOPLING SUPEL) BWS Sumatera IV Kepulauan Riau 1
  5. KPS BATANG AGAM, BWS Sumatera V Sumatera Barat 1
  6. KPS MUARA JAMBI, BWS Sumatera VI Jambi 1
  7. KPS AIR BENGKULU, BWS Sumatera VII Bengkulu 1
  8. KPS SUNGAI ITAM, BBWS Sumatera VIII Sumatera Selatan 1
  9. KPS PANGKALPINANG (KOPS), BWS Bangka Belitung.
  10. KPS TIM 10 WAY SEPUTIH, BBWS Mesuji Sekampung.

Dalam Proses berlangsungnya acara, satu persatu perwakilan KPS diminta mempresentasikan terkait Profil Organisasi, Program kerja, Visi-Misi dengan waktu yang di tentukan selama 15 menit untuk paparan dan 15 menit lagi untuk tanya jawab di depan Tim Evaluasi dari Direktorat BOP, adapun Tim Evaluasi yang hadir yaitu, Hari Suprayogi (Widyaiswara), Sudarsono (Widyaiswara), Amron (Widyaiswara).

Ketua Umum KOPS Pangkalpinang, Ahmad Fajri melalui Wakil Sekretaris Umum KOPS Ervina pada kesempatan nya presentasi menyampaikan beberapa Program unggulan yang akan di laksanakan sepanjang tahun 2022.

“Beberapa program kerja yang telah kami susun untuk mengisi kegiatan sepanjang tahun ini. Dari total 7 program kerja yang telah kami bentuk sudah ada 2 program yang terlaksana yaitu.

kegiatan dalam rangka memperingati hari air dunia yang ke 30 pada tanggal 30 maret lalu. Kegiatannya adalah berupa bersih-bersih di sekitar sungai rangkui, penanaman pohon serta pelepasan benih ikan di sungai rangkui. Kegiatan ini dilaksanakan juga sekaligus untuk mengukuhkan komunitas kami yaitu komunitas peduli sungai pangkalpinang.

Baca Lainnya  Audiensi KBO Babel Ke Kejati Babel, Ini Pesan Daru Tri Sadono Kajati Babel

kegiatan kampanye kepedulian terhadap sungai yang juga dilakukan dihari yang sama pada saat hari pengukuhan komunitas peduli sungai.  Jadi, pada saat setelah pengukuhan kami telah melakukan kampanye melalui media sosial yaitu memposting terkait kegiatan yang telah terlaksana di instagram dan facebook, selain itu kami juga mendapatkan ucapan selamat dari beberapa pesohor atau influencer nasional yaitu Hana Hanifah, Rini Paramita Ratu dan Hendi Hen dan Lalu kami juga bekerja sama dengan teman teman media dari portal berita narasi babel untuk meliput kegiat kami yang telah dilaksanakan pada tanggal 30 maret tersebut,” jelasnya

Baca Lainnya  HPN 2022, Pokja Wartawan Pgk Gelar Fogging dan Baksos

Ervina pun menjelaskan beberapa program kegiatan yang akan di laksanakan di sepanjang tahun 2022.

“Selain itu juga kami memiliki kegiatan seperti menginisiasi penanaman mangrove di muara pangkalpinang yang insyaallah akan dilaksanakan agustus mendatang. Disini rencananya kami akan bekerja sama dengan Pemkot, masyarakat dan balai setempat untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

lalu kami juga akan mengadakan kegiatan sisir sungai rangkui dengan tujuan untuk mengetahui kondisi dari sungai rangkui itu sendiri. Jadi,  sungai rangkui ini sebenarnya adalah sungai yang membelah kota pangkalpinang yang mana juga turut memberi manfaat kepada masyarakat disekitarnya. Nah melalui kegiatan ini kami ingin memetakan/membaca apa saja kekurangan dan kelebihan dari sungai rangkui sehingga kami dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada.

selanjutnya kami akan mengadakan kegiatan edukasi kepada masyarakat di pesisir sungai rangkui. Hal ini Dikarenakan sungai rangkui ini berada ditengah kota pangkalpinang, sehingga di beberapa daerah aliran sungai banyak sekali para pedagang yang berada di pinggiran sungai yang masih membuang limbah dagangannya ke sungai. Dan disini kami berniat untuk bekerja sama dengan lurah daerah sungai tersebut untuk memberi pemahaman atau edukasi mengenai pentingnya untuk menjaga sungai di pangkalpinang dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak yang ditimbulkan jika membuang sampah kesungai.

Baca Lainnya  Komunitas Peduli Sungai Resmi Dikukuhkan Kepala BWS Babel, Bertepatan Peringatan Puncak "Hari Air Dunia" Ke-30

lalu kami juga akan melaksanakan kegiatan yaitu menginisiasi pelepasan sejuta benih ikan di kota pangkalpinang. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan ikan ikan di sungai di kota pangkalpinang karena pada dasarnya sungai juga merupakan habitat dari ikan. Pada kegiatan ini kami berencana akan bekerjasama dengan yayasan ikan endemik babel.

Baca Lainnya  Terkait Lahan 167 Ha Di Mendo Barat, 19 Warga Minta Bupati Bangka Selaku Pejabat Publik Harus Mematuhi Asas-asas Umum

lalu yang terakhir kami juga akan melaksanakan kegiatan lomba  kebersihan lingkungan bagi masyarakat pesisir sungai sekota pangkalpinang. Kegiatan ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi masyarakat sekitar untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan disekitar sungai yang ada di pangkalpinang,” Papar Ervina di Hadapan Tim Evaluasi

Tak hanya menyampaikan Program Kerja, Ervina perwakilan KOPS Pangkalpinang dalam paparannya juga menyampaikan beberapa dampak yang cukup kompleks yang diakibatkan tambang timah ilegal yang ada di sungai Kota Pangkalpinang.

“Jadi bapak ibu, sebenarnya pangkalpinang ini merupakan salah satu kota yang terkena dampak yang cukup kompleks dari permasalahan  di wilayah sungainya. Hal ini dikarenakan pangkalpinang merupakan daerah yang cukup padat penduduknya yang mana tidak terlepas dari permasalahan sampah di sungainya serta juga sedimentasi dan pencemaran akibat dari pertambangan timah. Karena itu kami pemuda pemudi yang ada di kota pangkal pinang dan sekitarnya ini bergabung membentuk sebuah komunitas peduli sungai kota pangkalpinang.

Ini adalah gambaran skema wilayah kerja dari komunitas kami. Yang pertama ini berada di wilayah sungai pedindang yang mana bisa bapak ibu sekalian lihat di layar. Nah jika bapak ibu perhatikan dengan seksama, kita dapat melihat bahwa di sekitaran aliran sungai pedindang ini terdapat cukup banyak kubangan-kubangan bewarna coklat. Nah kubangan kubangan ini adalah penampakan wilayah yang telah ditambangi timah. Seperti yang kita semua ketahui bahwasannya di daerah kami bangka belitung ini termasuk kedalam daerah penghasil timah terbesar di indonesia dan bahkan termasuk no 2 terbesar di dunia.

Baca Lainnya  Makorem 045/Gaya Kembali Gelar Silahturahmi Bersama Insan Pers Bangka Belitung

Nah, karena sumber daya timah ini dianggap sangat potensial dan memiliki niali ekonomi yang tinggi maka dari itu di bangka belitung ini hingga saat ini masih marak sekali terjadi pertambangan ilegal bapak ibu.

Dan tidak sedikit pula pertambangan tersebut dilakukan diwilayah sekitar sungai. Hal ini tentunya baik secara langsung maupun tidak langsung  akan memberikan dampak terhadap kondisi ekologi disungai tersebut.

Karena limbah tailing dan hasil galian dari pertambangan itu sendiri baik berupa tanah maupun senyawa senyawa lainnya nantinya akan mengalir ke sungai dan akan mencemari habitat yang ada di sungai  tsb. Serta juga akan menjadi tumpukan sedimen  yang akan menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai sehingga akan memicu banjir di kota pangkalpinang.

Baca Lainnya  Audiensi KBO Babel Ke Kejati Babel, Ini Pesan Daru Tri Sadono Kajati Babel

Selanjutnya ada wilayah kerja sungai rangkui. Bisa kita semua lihat bahwa sungai rangkui ini adalah sungai yng membelah kota pangkal pinang yg mana disekitarnya telah dipenuhi oleh permukiman poenduduk sehingga menyebabkan sulitnya mengontrol kegiatan2 yg berlangsung atau terjadi di sekitaran sungai. Contohnya adalah seperti permasalahan yang terjadi di  pasar ikan daerah pasar putih. Jd pasar ikan ini berada dekat sekali dengan pinggiran sungai shg tidak sedikit dari para pedagang tersebut yang membuang limbah dagangan dan limbah rumah tangga langsung ke sungai,”jelasnya

(Mr.FR)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments